Wahai Hati Tenanglah

silhouette of person's hands forming heart

Suatu hari, mungkin kamu pernah mengalami keadaan yang tidak baik. Rasanya…, hatimu menolak semua kenyataan yang ada, pahit sekali. Saat itu, kamu ingin mengulangi hidup sekali lagi dan ingin terlahir kembali… 

Hei, bukannya ini semua takdir Allah yang sudah ditulis 50.000 tahun yang lalu?. Tenanglah, Allah ingin kamu kembali, yaitu kembali untuk beribadah lebih banyak kepadaNya. Allah ingin mendengar doa-doamu, cerita-ceritamu. Jangan sungkan untuk curhat kepada Allah.

Aku yakin…, jikalau kamu bercerita kepada manusia dengan cerita yang panjang lebar, mereka akan bosan dan malas mendengarkanmu. But,.. kalau kamu cerita kepada Allah sebanyak apapun, pasti Allah kan mendengarmu. Kamu berdoa sepanjang haripun, pasti didengarkan olehNya. Tidak ada doa atau perkataan apapun yang tidak didengarkan oleh Allah.

Bangunlah di sepertiga malam terakhir. Hamparkan sajadahmu di ruangan sunyi dan berdoalah kepada Allah. Curhat saja kepada Allah.

“Ya Allah tenangkanlah hati ini, kuatkan hati ini”

an open book sitting on top of a wooden table

Ambil nafasmu pelan pelan, lalu hembuskan kemudian katakan dalam hatimu

“Pasti Allah akan menolongku, pasti aku bisa menghadapi semua ini!”

Lalu bangkitlah kembali dengan penuh semangat dan lebih percaya diri.

Orang-orang yang menangis di sepertiga malam terakhir, akan kuat menghadapi hari, seberat apapun itu. Insyallaah kita tetap kuat, jika sudah melaksanakan tahajud. Betapa hebatnya Allah menciptakan malam agar kita terbangun untuk beribadah kepadaNya dan menguatkan diri kita.

Ingat ayat ini?

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”.

Semangat teman!. Jangan menyerah, semoga Allah memudahkan urusanmu.

Wahai hati, tenanglah sesungguhnya Allah ingin mendengar doamu.

Wahai hati, tenanglah, sesungguhnya Allah ingin dirimu menjadi lebih kuat.

Wahai hati, tenanglah, sesungguhnya Allah sudah menyiapkan surga untuk orang orang yang beriman.

Ditulis oleh Aisyah Hanifah (Santri kelas 8 SMPTA IS (Usia 14 tahun)). Korektor Abu Ahmad Ricki al-Malanjiy

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top