Mood Booster Belajar di Sekolah Bagi Remaja [1] Sarapan Bergizi

Penulis : Abu Ahmad Ricki al-Malanji

Tidak hanya sekali, ketika saya mengajar anak-anak remaja, saya melihat wajah-wajah lesu, kurang semangat, cemberut, mudah emosi, atau bahkan nampak mengantuk berat. Kondisi dipagi hari, terutama awal masuk seperti ini, tentunya akan terbawa ketika anak berkatifitas di sekolah. Bahkan ini akan berpengaruh pada mood dia ketika belajar. Karena itu diperlukan suatu aktifitas rutinitas pagi, agar mood dan semangat belajar anak meningkat atau berubah dari yang tadinya tidak mood belajar menjadi mood belajar.

Delicious Indonesian nasi pecel with a blend of vegetables and peanut sauce wrapped in banana leaves.Lalu apa yang membuat mood belajar anak remaja menjadi meningkat menurut penelitian?. Saya akan mencoba untuk menuliskannya secara bertahap, insyaallah.

Mood boster belajar disekolah untuk remaja yang pertama adalah SARAPAN PAGI BERGIZI

Studi di Singapura terhadap 365 remaja usia 14-19 tahun menunjukkan: mereka yang secara teratur sarapan memiliki skor mood negatif yang lebih rendah dibanding yang jarang sarapan. [1]
Penelitian yang lain [2], mengenai pengaruh sarapan terhadap ( 1 ) perilaku di kelas atau sekolah (misalnya kemampuan “on-task”, perhatian) dan ( 2 ) prestasi akademik (nilai sekolah, tes standar) pada anak & remaja (<18 tahun) diperoleh data :

Colorful Gado-Gado salad with fresh veggies, eggs, and peanut sauce, perfect for a healthy meal.

( 1 ) Untuk perilaku di kelas: dari 19 penelitian, mayoritas menunjukkan efek positif bahwa anak yang sarapan cenderung memiliki lebih banyak perilaku “on-task” (tetap di tugas) dibanding yang melewatkan sarapan.

( 2 ) Untuk prestasi akademik: dari 22 penelitian, sebagian besar menemukan bahwa sarapan rutin atau sering dan kualitas baik dari pemenuhan gizi berpengaruh pada hasil tes yang lebih baik terutama matematika atau aritmatika dan juga penelitian pada anak yang kurang gizi atau dari latar belakang sosial ekonomi yang rendah. Kualitas sarapan juga penting: sarapan yang menyediakan ragam kelompok makanan (3-4 kelompok makanan) dan energi yang cukup (>20-25% kebutuhan energi) lebih terkait dengan hasil akademik yang lebih baik.

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) dari pemerintah merupakan program yang bagus, hanya saja haruslah tepat sasaran. Ada kendala ketika menerapkan program ini adalah dari sisi kualitas makanan, dan bagaimana menghadirkan makanan yang disukai oleh anak remaja. Seringkali terjadi kami disekolah sangat kesulitan membujuk anak untuk mau memakan MBGnya. Jadi kesadaran anak untuk mau bersyukur, qona’ah tidak bisa diserahkan hanya kepada guru disekolah. Pembiasaan ini perlu dilakukan dari rumah sehingga, ketika anak menerima MBG disekolah akan mau menerimanya dengan penuh rasa syukur, qona’ah dan tidak mau membuangnya hanya karena tidak suka.

Hal penting lagi adalah kualitas sarapan yang mungkin jarang mendapat perhatian kita. Lalu apa menu sarapan yang bagus?

  1. Karbohidrat kompleks. Tujuannya adalah menyediakan energi stabil, dan tidak cepat lapar. Contoh makanan yang bisa digunakan untuk sarapan dengan kandungan ini adalah nasi merah, roti gandum, oat, kentang rebus, ubi.
  2. Protein berkualitas. Tujuannya adalah menjaga kadar gula darah stabil & memicu dopamin (hormon semangat). Contoh makanan yang bisa digunakan untuk sarapan dengan kandungan ini adalah telur, tempe, tahu, ayam, ikan, susu.
  3. Lemak sehat & serat. Tujuannya adalah menunda lapar, bantu otak bekerja optimal. Contoh makanan yang bisa digunakan untuk sarapan dengan kandungan ini alpukat, kacang, biji-bijian, sayur, buah.
  4. Air & vitamin B/C. Tujuannya adalah menjaga hidrasi & suasana hati. Contoh makanan yang bisa digunakan untuk sarapan dengan kandungan ini adalah air putih, jeruk, pisang, apel.

Semua gizi ini ada di program MBG, jadi dengan program MBG yang tepat sasaran seharusnya mampu meningkatkan mood belajar anak. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat menu MBG disukai anak namun tetap bergizi dan bagaimana anak tidak memilih-milih makanan dengan banyak bersyukur dan qona’ah.

Nah jika anda ingin agar anak anda belajar di tempat yang mengajarkan ilmu secara holistik, tidak sekedar nilai di rapot saja. Kemudian ingin agar anak juga belajar tentang syukur dan qona’ah menerima rizki yang ada, belajar tentang tanggung jawab dengan memastika seluruh temannya mendapatkan haknya sebelum dirinya sendiri, kemudian mendapatkan perhatian maksimal dari semua sisi perkembangan mereka agar melalui masa remaja diatas sunnah dan islam, mungkin sekolah kami pilihan yang tepat untuk anda.

Jika anda penasaran bagaimana pembelajaran disekolah kami, anda bisa mengikuti program sosialisasi sekolah yang kami adakan. Silahkan bergabung di

Sosialisasi program sekolah Sekolah Menengah Pertama Tahfidz Al Qur’an Imam Syafi’i (SMPTA-IS) (SMP):

https://chat.whatsapp.com/LBnAdK28QjF5dwUFQVQDVS?mode=wwt

Sosialisasi program sekolah Takhoshshush KurmaQu (setara SMA):

https://chat.whatsapp.com/Gp9n0dBlMbLGM6xX8As5b5?mode=wwt

Referensi

[1] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35651312/
[2] https://www.frontiersin.org/journals/human-neuroscience/articles/10.3389/fnhum.2013.00425/full

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top